Home » Dukung “Pesta Iman” – MPP XXXVII AMGPM BGW dan Masyarakat Kei Sambut dengan Proses dan Doa Adat

Gapuramanise.com, Maluku Tenggara –Pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2026 di Ohoi Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, tidak hanya menjadi momentum pergumulan organisasi pemuda gereja, tetapi juga menampilkan kekayaan nilai teologis, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Kei atau Nuhu Evav.

Rangkaian penyambutan peserta, mulai dari Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Tual, hingga memasuki Ohoi Ohoira, berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Prosesi penerimaan tersebut dikemas melalui tarian adat dan lantunan doa-doa adat yang mencerminkan penghormatan serta ketulusan masyarakat dalam menyambut para peserta MPP AMGPM.

Rangkaian penyambutan yang dikoordinasikan oleh Ketua Panitia, Benhur G. Watubun, ST., SH., menghadirkan pengalaman berkesan bagi para peserta. Nilai-nilai budaya Kei berpadu dengan semangat persekutuan gereja, menjadikan perjalanan menuju lokasi kegiatan sebagai bagian penting dari makna “Pesta Iman” tersebut.

Para tokoh adat dari Ohoi Dian Darat dan sejumlah ohoi yang dilalui rombongan turut mengambil bagian dalam prosesi penyambutan. Sepanjang perjalanan, masyarakat berjejer di tepi jalan, melambaikan tangan dan menyampaikan salam selamat datang sebagai ungkapan sukacita atas kehadiran keluarga besar AMGPM dari berbagai daerah.

Benhur G. Watubun, yang akrab disapa BGW dan menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, bersama tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh pemuda Ohoi Ohoira, turut menyambut rombongan yang dipimpin Ketua Umum PB AMGPM. Hadir pula mantan Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Athes Werinussa, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, para ketua klasis, serta seluruh peserta MPP AMGPM.

Suasana semakin semarak ketika tarian adat mengiringi kedatangan rombongan. Para peserta bahkan diajak turun dari kendaraan untuk mengikuti prosesi penyambutan hingga memasuki Gedung Gereja Sumber Kasih, Jemaat GPM Ohoira, yang menjadi bagian dari rangkaian penerimaan peserta.

Prosesi tersebut memperlihatkan bahwa adat dan iman dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Kearifan lokal Nuhu Evav menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kei kepada para peserta dari berbagai wilayah pelayanan AMGPM.

Sementara itu, Koordinator Transportasi Panitia MPP AMGPM, Hence Balubun, menjelaskan bahwa penempatan peserta tidak hanya dipusatkan di Ohoi Ohoira, tetapi juga mencakup sejumlah ohoi di sekitarnya.

“Panitia telah menyiapkan pengaturan transportasi untuk mendukung mobilitas peserta selama kegiatan berlangsung. Kami berupaya memastikan seluruh kebutuhan transportasi dapat terlayani dengan baik, mulai dari kedatangan hingga mobilitas peserta selama pelaksanaan MPP AMGPM XXXVII,” jelas Hence Balubun, Sabtu (17/10/2026).

Kesiapan transportasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengantaran peserta menuju lokasi penginapan dan tempat pelaksanaan agenda organisasi.

Melalui perpaduan doa adat, tarian tradisional, dan keramahan masyarakat Kei, penyelenggaraan MPP XXXVII AMGPM Tahun 2026 menjadi gambaran nyata perjumpaan iman dan budaya. Sambutan masyarakat Nuhu Evav bukan sekadar seremoni, melainkan wujud persaudaraan dan dukungan terhadap pergumulan pelayanan pemuda Gereja Protestan Maluku. (LM-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *