Home » GAMKI Mengabdi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Pelayanan Sosial, Kesehatan hingga Pemberdayaan Masyarakat

Gapuramanise.com, Saparua – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku resmi menggelar pembukaan kegiatan GAMKI Mengabdi 2026 di Gereja Bait Allah, Jemaat GPM Nolloth, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Negeri Nolloth dan Itawaka tersebut menjadi bagian dari komitmen GAMKI untuk menghadirkan pelayanan dan pengabdian nyata bagi gereja, masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Mengusung tema “Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa: Menghadirkan Kasih Kristus Melalui Pelayanan dan Pengabdian bagi Gereja dan Masyarakat”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kolaborasi antara pemuda Kristen, gereja, pemerintah negeri, dan masyarakat.

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, S.T., S.H.; Ketua DPD GAMKI Maluku, Dr. Samuel P. Ritiauw, M.Pd.; tokoh masyarakat Prof. Dr. Marthinus Johanes Saptenno, S.H., M.Hum.; Ketua Majelis Jemaat GPM Nolloth, Pdt. Jimmy Hitijahubessy, S.Si.; Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Itawaka, Penatua Demmy Leasil; Ketua Klasis GPM Lease, Pdt. Joni Malle, S.Th.; serta Sekretaris Klasis, Pdt. Royland Mail, S.Si. Turut hadir unsur panitia, kader GAMKI, dan masyarakat setempat.

Benhur Watubun: GAMKI Harus Hadir Melalui Pengabdian Nyata

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun mengajak GAMKI untuk terus mengambil bagian dalam dinamika sosial kemasyarakatan melalui kontribusi yang nyata dan proporsional. Menurutnya, GAMKI memiliki peran strategis sebagai organisasi kepemudaan Kristen yang turut membangun gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menekankan bahwa pengabdian organisasi tidak boleh berhenti pada gagasan, wacana, maupun kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sekecil apa pun kontribusi kita, ibarat sebutir pasir, tetap memiliki arti. GAMKI telah berdiri sebagai bagian dari kekuatan yang ikut menggerakkan pembangunan Indonesia, khususnya di Maluku,” demikian pesan yang disampaikan Benhur dalam sambutannya.

Benhur juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab mendasar dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Menurutnya, kesehatan masyarakat, kecerdasan melalui pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi merupakan aspek penting yang perlu diperjuangkan melalui strategi dan skema pembangunan yang tepat.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan, DPRD memiliki tanggung jawab bersama dalam mengawal kepentingan masyarakat. Karena itu, ia menilai kontrol sosial dari organisasi kepemudaan, termasuk GAMKI, merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Benhur menegaskan bahwa apabila GAMKI menyampaikan kritik, melakukan demonstrasi, atau menjalankan bentuk kontrol sosial lainnya terhadap pemerintah, hal tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam mendukung pembangunan daerah.

Benhur berharap GAMKI Mengabdi 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial selama beberapa hari, tetapi mampu meninggalkan warisan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat, gereja, dan pembangunan Provinsi Maluku.

Samuel Ritiauw: Menghadirkan Kasih Melalui Pelayanan

Ketua DPD GAMKI Maluku, Dr. Samuel P. Ritiauw, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan GAMKI Mengabdi 2026 sebagai wujud nyata panggilan iman dan tanggung jawab sosial pemuda Kristen.

Kegiatan yang dipusatkan di Negeri dan Jemaat Nolloth serta Itawaka tersebut merupakan bagian dari komitmen GAMKI Maluku untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan, kepedulian, dan semangat kebersamaan.

Samuel menegaskan bahwa semangat “Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa” harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemuda Kristen tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh dalam iman, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan solusi dan mengambil bagian dalam pembangunan.

Melalui kegiatan ini, GAMKI ingin membangun ruang perjumpaan antara kader organisasi, gereja, pemerintah negeri, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan serta solidaritas sosial.

Ia juga mengharapkan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan hati yang melayani, menghormati kearifan lokal, serta menjadikan setiap perjumpaan sebagai kesempatan untuk berbagi, belajar, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dengan demikian, GAMKI Mengabdi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari proses pelayanan berkelanjutan yang membawa manfaat bagi Negeri Nolloth dan Itawaka.

Panitia: Pengabdian Menyentuh Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Masyarakat

Ketua Panitia GAMKI Mengabdi 2026, Joga Papilaya, S.Sos., dalam laporan panitia menempatkan kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian nyata GAMKI kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di dua negeri tersebut dirancang untuk mempertemukan semangat pelayanan berbasis iman dengan kebutuhan sosial masyarakat. Program yang disiapkan mencakup pelayanan sosial, pendidikan dan pembinaan warga gereja, pelatihan, sosialisasi, aksi kesehatan, serta kegiatan berbagi kasih.

Panitia juga menekankan pentingnya kerja sama antara GAMKI, majelis jemaat, pemerintah negeri, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat agar rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

“GAMKI Mengabdi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pelayanan bersama yang memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Negeri Nolloth dan Itawaka.” ujar Yoga.

Sejumlah Program Pelayanan Disiapkan

GAMKI Mengabdi 2026 dilaksanakan pada 9–12 Oktober 2026 dengan melibatkan kader GAMKI dan masyarakat di Negeri Nolloth serta Itawaka, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Sejumlah program pelayanan telah disiapkan, antara lain pelayanan sosial masyarakat, pelayanan pendidikan dan pembinaan warga gereja, workshop dan sosialisasi, serta aksi kesehatan dan berbagi kasih.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pengobatan gratis bagi warga lanjut usia, penyerahan 100 bibit tanaman, pelatihan kewirausahaan bagi perempuan, literasi hukum dan upaya merawat perdamaian, pelatihan bagi pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI), serta sosialisasi literasi keuangan.

Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, mendorong kepedulian terhadap lingkungan, serta membuka ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi warga, khususnya generasi muda.

Pelaksanaan kegiatan di dua negeri ini sekaligus menjadi kesempatan bagi GAMKI untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat dan belajar dari nilai-nilai adat, budaya, gotong royong, serta persaudaraan yang hidup dalam masyarakat Saparua.

Melalui GAMKI Mengabdi 2026, GAMKI Maluku ingin menegaskan bahwa pelayanan pemuda Kristen bukan hanya diwujudkan melalui pemikiran dan perkataan, melainkan melalui kehadiran, kerja bersama, dan pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan semangat “Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa” dan semboyan “Ora Et Labora”, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun gereja, memperkuat kehidupan masyarakat, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Maluku. (LB-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *