
Gapuramanise.com, Ambon – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Maluku dan Kantor DPRD Maluku, Senin (5/10/2026). Mereka mendesak adanya transparansi sekaligus pemerataan dalam proses perekrutan tenaga kerja untuk kegiatan yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Aksi tersebut dipicu oleh beredarnya informasi lowongan pekerjaan yang menurut mahasiswa belum memberikan ruang yang proporsional bagi masyarakat MBD. Mereka menyoroti sejumlah rekrutmen tenaga kerja yang diketahui beredar untuk masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sementara MBD juga merupakan salah satu wilayah yang berkaitan dengan aktivitas Blok Masela.
Koordinator aksi, Krisandi Petrik Laurika, mengatakan persoalan utama yang mereka perjuangkan bukan sekadar soal lowongan pekerjaan, melainkan kesempatan masyarakat lokal untuk turut mengambil bagian dalam proyek strategis yang berada di wilayah Maluku.
Menurutnya, masyarakat MBD memiliki sumber daya manusia, khususnya generasi muda, yang dinilai mampu mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja dalam proyek tersebut.
“Kami tegaskan perekrutan tenaga kerja harus seimbang,” ujar Krisandi dalam aksi tersebut.
Ia menilai, apabila kesempatan kerja hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu, masyarakat MBD berpotensi tidak memperoleh manfaat secara maksimal dari keberadaan proyek berskala nasional tersebut.
Padahal, kata dia, berdasarkan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang menjadi rujukan mahasiswa, MBD dan KKT sama-sama memiliki keterkaitan sebagai wilayah terdampak sekaligus daerah penghasil.
Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah daerah memastikan proses perekrutan tenaga kerja dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang setara kepada masyarakat dari kedua daerah tersebut.
Minta Rekrutmen Ditinjau Kembali
Dalam aksinya, mahasiswa juga mendesak agar proses perekrutan yang sedang berjalan mendapat perhatian pemerintah dan dihentikan sementara sampai terdapat kejelasan mengenai mekanisme serta cakupan penerimaan tenaga kerja lokal.
Mereka menginginkan adanya keputusan bersama yang dapat menjamin masyarakat MBD maupun KKT memperoleh akses yang adil terhadap peluang kerja di Blok Masela.
Krisandi menegaskan bahwa persoalan lapangan kerja menjadi penting karena banyak generasi muda MBD yang selama ini harus meninggalkan daerah untuk mencari pekerjaan.
Menurutnya, keberadaan proyek strategis di Maluku semestinya dapat membuka ruang lebih besar bagi masyarakat daerah untuk bekerja di wilayah sendiri.
“Daripada generasi muda keluar dan mencari kerja di daerah lain, padahal ada kerja di tanah sendiri,” katanya.
Informasi lowongan yang menjadi salah satu sorotan mahasiswa mencakup sejumlah posisi, antara lain Storeman/Warehouseman, Teknisi Ledeng, Teknisi Perancah, Admin Safety, Health and Environment, serta Project Admin.
Mahasiswa kemudian membawa sejumlah selebaran dan spanduk dalam aksi sebagai simbol tuntutan agar pemerintah dan pihak perusahaan memberikan perhatian terhadap persoalan keterlibatan tenaga kerja lokal.
Gubernur Temui Massa Aksi
Aksi pertama berlangsung di depan Kantor Gubernur Maluku selama kurang lebih satu jam. Setelah menyampaikan aspirasi secara bergantian, massa aksi kemudian ditemui langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait transparansi perekrutan serta keterlibatan masyarakat MBD dalam kesempatan kerja yang berkaitan dengan Blok Masela.
Gubernur disebut memberikan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur, massa kemudian bergerak ke Kantor DPRD Maluku.
Di lokasi kedua, mahasiswa kembali melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan mereka. Perwakilan massa selanjutnya diterima oleh Komisi IV DPRD Maluku untuk membahas aspirasi mengenai ketenagakerjaan dan keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek Blok Masela.
Bagi mahasiswa, persoalan ini tidak berhenti pada satu atau beberapa lowongan pekerjaan. Mereka meminta pemerintah memastikan adanya mekanisme perekrutan yang transparan, kesempatan kerja yang merata, serta keberpihakan pada peningkatan kapasitas dan keterlibatan generasi muda MBD dalam proyek strategis yang berada di Maluku.
Mereka berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mencari solusi sehingga masyarakat MBD dan KKT sama-sama memperoleh kesempatan untuk berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari pengembangan Blok Masela. (LB-GM)
