
Gapuramanise.com, Ambon – Langkah pertama memasuki dunia perguruan tinggi tidak hanya ditandai dengan bangku kuliah dan jadwal perkuliahan. Bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti), perjalanan tersebut diawali melalui rangkaian Pra-Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Pra-PKKMB) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (19–21 Agustus 2026), menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan FISIP Unpatti. Berbagai materi dan aktivitas dikemas untuk memperkenalkan atmosfer akademik sekaligus kehidupan kemahasiswaan.
Sejak hari pertama, mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Tidak hanya mendapatkan informasi mengenai proses akademik, mereka juga diperkenalkan dengan organisasi kemahasiswaan serta berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di lingkungan fakultas.
Membuka Pintu Akademik dan Kemahasiswaan
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni FISIP Unpatti, Dr. Mike J. Rolobessy, M.T., menegaskan bahwa proses pengenalan kampus memiliki arti lebih luas daripada sekadar agenda penyambutan.
Menurut Rolobessy, mahasiswa baru perlu memahami sejak awal bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki tantangan dan ruang belajar yang lebih luas. Kampus menjadi tempat untuk membangun kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter dan cara berpikir.
“Pra-PKKMB ini bukan hanya tentang penyambutan mahasiswa baru, tetapi bagaimana mereka mulai mengenal lingkungan akademik, memahami nilai-nilai kehidupan kampus, serta membangun karakter sebagai mahasiswa FISIP,” ujarnya.
Ia mengatakan FISIP harus dapat menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk aktif belajar, berdiskusi dan mengembangkan potensi.
“Kami ingin mahasiswa baru merasa bahwa FISIP adalah rumah akademik mereka. Di sini mereka akan belajar, berdiskusi, berorganisasi, membangun jejaring dan mengembangkan potensi,” katanya.
Rolobessy juga mengingatkan bahwa mahasiswa FISIP memiliki tanggung jawab intelektual untuk membaca berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, integritas dan kepekaan sosial menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka selama berada di kampus.
DPMF: Jangan Hanya Menjadi Penonton
Pesan serupa datang dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unpatti, Rian J. Dasmasela. Ia mengajak mahasiswa baru agar tidak membatasi pengalaman selama kuliah hanya pada kegiatan akademik di ruang kelas.
Rian menilai kehidupan organisasi merupakan salah satu wadah penting bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan gagasan, membangun kepemimpinan serta bekerja bersama orang lain.
“Kami dari DPM FISIP Unpatti menyambut seluruh mahasiswa baru dengan penuh sukacita. Kegiatan Pra-PKKMB ini menjadi ruang bagi teman-teman mahasiswa baru untuk mengenal FISIP, mengenal organisasi kemahasiswaan, dan yang paling penting membangun rasa persaudaraan sebagai satu keluarga besar FISIP Unpatti,” ungkapnya.
Ia mendorong mahasiswa baru untuk mulai berani mengambil bagian dalam berbagai aktivitas yang tersedia di lingkungan kampus.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya datang ke kelas dan mengikuti perkuliahan. Ada ruang untuk berorganisasi, berdiskusi, menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, kami mengajak mahasiswa baru untuk berani mengambil peran dan menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya.
Menurut Rian, masa perkuliahan merupakan kesempatan untuk mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin, termasuk dalam bidang organisasi dan kepemimpinan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa ketika nantinya berhadapan dengan persoalan yang lebih luas di masyarakat.
Dari Pengenalan Menuju Persaudaraan
Selama tiga hari, suasana kegiatan tidak hanya dipenuhi materi dan agenda akademik. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa senior, panitia, organisasi kemahasiswaan dan sivitas akademika turut membangun suasana kekeluargaan di lingkungan FISIP.
Kegiatan berlangsung secara tertib dan aman. Mahasiswa baru juga menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan yang telah disiapkan panitia.
Konsep kegiatan yang memadukan unsur edukasi dan kreativitas membuat proses pengenalan kampus terasa lebih dekat. Mahasiswa baru tidak hanya memperoleh informasi mengenai fakultas, tetapi juga mulai membangun relasi dengan sesama mahasiswa dan mengenal berbagai unsur yang akan menjadi bagian dari kehidupan mereka selama menempuh pendidikan.
Tawa dan Musik Mengantar Penutupan
Setelah melewati rangkaian kegiatan selama tiga hari, Pra-PKKMB FISIP Unpatti 2026 ditutup pada Jumat (21/8) dalam suasana yang lebih santai dan penuh kegembiraan.
Penampilan stand up comedy dari Jhon Laratmase menjadi salah satu suguhan yang menghidupkan suasana penutupan. Tawa mahasiswa baru mewarnai akhir rangkaian kegiatan setelah sebelumnya mengikuti berbagai agenda pengenalan kehidupan kampus.
Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan live music Ebeng Acom. Musik menjadi penutup yang mempertemukan mahasiswa baru, mahasiswa senior, organisasi kemahasiswaan dan sivitas akademika dalam suasana kebersamaan.
Penutupan tersebut tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian Pra-PKKMB, tetapi juga menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar FISIP Unpatti.
Tiga hari telah berlalu, namun pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut masih panjang: menjadi mahasiswa bukan semata tentang mengejar nilai, melainkan tentang memperluas wawasan, membangun karakter, mengasah keberanian berpikir, memperkuat solidaritas dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pra-PKKMB 2026 pun menjadi pintu pembuka. Setelah pintu itu terbuka, perjalanan sesungguhnya mahasiswa FISIP Unpatti baru saja dimulai. (LB-GM)
