Home » Perkembangan Terbaru Gempa M7,7 Flores: 20 Meninggal dan Dua Tertimbun

Gapuramanise.com, Flores – Penanganan pascagempabumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung hingga Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan Laporan Situasi (SITREP) ke-4 Basarnas yang diperbarui pukul 11.45 WIB, dengan data perkembangan lapangan terakhir pada time window (TW) 15.08.1130 WITA, tercatat 20 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka atau luka berat, dan dua orang masih tertimbun reruntuhan.

Total sementara korban mencapai 28 orang. Data tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses verifikasi serta konsolidasi oleh unsur SAR di lapangan.

20 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan pendataan sementara, korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak.

Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat delapan orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.

Di Kabupaten Sikka, tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.

Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.

Sedangkan di wilayah Manggarai, khususnya Reo/Reok, tercatat delapan orang meninggal dunia. Selain itu, dua orang masih dilaporkan tertimbun reruntuhan di Reo Barat.

Hingga pembaruan terakhir, belum terdapat data korban teridentifikasi dari Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada.

Secara keseluruhan, rekapitulasi sementara menunjukkan:

  • 20 orang meninggal dunia
  • 6 orang luka-luka/luka berat
  • 2 orang masih tertimbun
  • Total 28 orang

Data korban masih dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan, dan verifikasi di lapangan.

Tim SAR Bergerak ke Nagekeo dan Reo

Basarnas terus mengerahkan unsur SAR ke sejumlah wilayah terdampak.

Pada pukul 07.00 WITA, Tim Rescue Kantor SAR Maumere diberangkatkan menggunakan dua kendaraan menuju Nagekeo melalui jalur darat. Pada waktu yang sama, Tim Rescue Unit Siaga SAR Ende juga diberangkatkan menuju Nagekeo.

Namun, pergerakan Tim Unit Siaga SAR Ende masih terkendala longsoran di wilayah Kampung Pombara, Ende. Pembersihan jalan masih dilakukan menggunakan excavator agar akses dapat kembali dilalui.

Kemudian pada pukul 07.30 WITA, Tim Rescue Pos SAR Labuan Bajo bergerak menuju Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendukung penanganan korban dan proses pencarian.

Pada pukul 10.30 WITA, KN SAR 250 Puntadewa diberangkatkan menuju wilayah Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari penguatan operasi SAR.

Dalam pelaksanaan penanganan, Basarnas terus melakukan koordinasi dengan TNI/Polri, BPBD, BMKG, pemerintah daerah, PMI, serta pemangku kepentingan terkait.

Dua Orang Masih Tertimbun

Perkembangan di Reo Barat, Kabupaten Manggarai, menyebutkan dua orang masih tertimbun reruntuhan.

Tim SAR bersama unsur terkait masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan, medan, serta faktor keselamatan personel.

Sejumlah Akses Jalan Tertutup Longsor

Kondisi pascagempa juga berdampak terhadap akses transportasi di sejumlah wilayah Flores.

Pergerakan tim SAR masih dipengaruhi longsoran dan rockfall yang menutup akses jalan. Berdasarkan dokumentasi IHCP, terdapat roadblock akibat longsor di wilayah Ruteng, Manggarai.

Longsor juga dilaporkan terjadi pada jalur Trans Ende–Bajawa, dengan material longsor menutup badan jalan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam mobilisasi personel, kendaraan, dan peralatan SAR menuju wilayah terdampak.

Bangunan dan Fasilitas Publik Terdampak

Dampak gempabumi juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan dan fasilitas.

Berdasarkan dokumentasi dan laporan sekunder IHCP, terdapat kerusakan bangunan di Manggarai dan Manggarai Barat.

Selain itu, terdapat dampak terhadap fasilitas maupun terminal pelabuhan di Maumere, Kabupaten Sikka.

Kerusakan terhadap bangunan dan fasilitas publik lainnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh unsur terkait.

Peringatan Tsunami Berakhir

Sementara itu, peringatan tsunami telah berakhir berdasarkan informasi BMKG yang dihimpun melalui IHCP.

Peringatan tsunami berakhir melalui BMKG PD-4 pada pukul 07.31.30 WIB untuk seluruh wilayah Indonesia.

Tsunami terdeteksi pada 10 lokasi pemantauan. Hasil pengukuran tertinggi tercatat di:

  • Maurole, Ende: 0,94 meter
  • Bulukumba: 0,54 meter
  • Pelabuhan Kewapante, Sikka: 0,38 meter
  • Labuan Bajo: 0,36 meter

Data tersebut merupakan hasil pengukuran stasiun pemantauan dan tidak serta-merta menggambarkan tinggi run-up maksimum maupun tingkat inundasi di daratan.

BSG Disiapkan sebagai Perkuatan

Untuk memperkuat pelaksanaan operasi, Kantor SAR terdekat yang tidak terdampak disiapkan memberikan bantuan.

Basarnas Special Group (BSG) juga telah disiapkan sebagai unsur perkuatan menuju wilayah Maumere/Flores.

Pergerakan personel dan sarana SAR dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi akses serta perkembangan informasi lapangan.

Kondisi Terkini

Hingga pembaruan pukul 11.45 WIB, kondisi penanganan masih berkembang. Assessment masih berlangsung, sementara data korban dan kerusakan terus diverifikasi.

Tim SAR Maumere bergerak menuju Nagekeo, Unit Siaga SAR Ende juga bergerak menuju wilayah tersebut meski terkendala longsoran, dan Pos SAR Labuan Bajo bergerak menuju Reo.

Sementara itu, KN SAR 250 Puntadewa telah diberangkatkan menuju Nagekeo dan BSG disiapkan sebagai unsur perkuatan.

Status penanganan pascagempabumi M7,7 di wilayah Flores saat ini masih berlangsung. Basarnas bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pencarian, pertolongan, pendataan, serta penanganan terhadap dampak bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. (Tim) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *