
Gapuramanise.com, Tual – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah tenggara Maluku pada Kamis (6/8/2026) umumnya berada dalam kategori cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, diminta tetap mewaspadai tinggi gelombang yang diperkirakan mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan.
Di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, cuaca sejak pagi hingga malam diperkirakan didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Angin bertiup dari arah tenggara menuju barat laut dengan kecepatan 13–16 knot. Suhu udara berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 81–82 persen.
Sementara itu, Kabupaten Maluku Barat Daya diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan sepanjang hari. Kecepatan angin berkisar 15–18 knot dari arah tenggara menuju barat laut, dengan suhu udara 26–32 derajat Celsius dan kelembapan antara 75–78 persen.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Wilayah ini akan didominasi cuaca cerah berawan dengan angin berkecepatan 14–17 knot. Suhu udara diprediksi berada pada kisaran 26–32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 72–78 persen.
Adapun di Kabupaten Kepulauan Aru, cuaca diperkirakan cenderung berawan dari pagi hingga malam. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 13–15 knot. Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara diprakirakan mencapai 75–83 persen.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Kei, perairan utara dan selatan Kepulauan Aru, perairan barat dan timur Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Babar, Sermata, Leti, Wetar, serta wilayah Laut Arafura bagian barat dan tengah.
Masyarakat, terutama nelayan dan operator transportasi laut, diimbau untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran guna mengantisipasi potensi risiko akibat kondisi gelombang di perairan Maluku. (VT-GM)
