
Gapuramanise.com, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan Pemerintah Kota Ambon telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan mengalami kekeringan dan penurunan debit air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Wattimena kepada awak media usai menghadiri dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maluku, Senin (3/8/2026). Menurutnya, wilayah yang berada di daerah ketinggian menjadi kawasan yang paling rentan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Karena ini sebelumnya kita sudah petakan mana wilayah yang rawan terhadap ancaman kekeringan atau berkurangnya debit air. Bahkan ada sebagian wilayah Kota Ambon juga yang belum terakses air bersih sampai hari ini. Karena itu, rata-rata berada di daerah ketinggian yang akan mengalami kesulitan,” ujarnya.
Wattimena menjelaskan, masyarakat yang tinggal di wilayah dataran rendah masih relatif terbantu dengan keberadaan sumur dan sumber air lainnya yang hingga kini masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, pemerintah mulai mencermati adanya penurunan debit air tanah yang terjadi di sejumlah kawasan.
“Kalau di daerah dataran rendah, sumur dan lain-lain masih tercukupi. Tapi memang debit air sudah mulai berkurang, air tanah sudah mulai berkurang,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon terus melakukan pemantauan dan identifikasi terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kita berharap yang penting adalah kita mampu mengidentifikasi dan mampu mengambil langkah-langkah untuk penanganan secara cepat,” tutup Wattimena. (NB-GM)
