Home » Wali Kota Ambon Dorong Sinergi Keagamaan dalam Peletakan Batu Pertama Kantor BPD GBI Maluku

Gapuramanise.com, Ambon – Pembangunan Kantor Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maluku resmi dimulai melalui proses peletakan batu pertama yang dihadiri Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan sarana pelayanan yang diharapkan mampu mendukung penguatan organisasi gereja serta pembinaan umat di Maluku.

Dalam berbagai hal, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kantor BPD GBI Maluku tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, melainkan sebagai investasi sosial dan spiritual yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan beragama dan pembangunan karakter masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan sebuah organisasi keagamaan harus diimbangi dengan tersedianya fasilitas yang memadai. Keberadaan kantor yang representatif dinilai penting untuk menunjang aktivitas administrasi, koordinasi pelayanan, pembinaan jemaat, hingga penyusunan berbagai program strategis yang fokus pada pengembangan kehidupan rohani umat.

“Ketika gereja terus berkembang dan jumlah pelayanan semakin meningkat, maka kebutuhan akan sarana yang memadai menjadi suatu keniscayaan.Kantor ini nantinya akan menjadi pusat koordinasi berbagai aktivitas pelayanan dan pengembangan gereja,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah fasilitas keagamaan sangat bergantung pada komitmen dan partisipasi seluruh elemen internal gereja. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh jemaah GBI untuk menjadikan pembangunan tersebut sebagai tanggung jawab bersama melalui semangat gotong royong dan solidaritas.

Menurutnya, dukungan pertama yang harus hadir berasal dari warga gereja sendiri. Kebersamaan, saling menopang, dan rasa memiliki terhadap organisasi akan menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan pembangunan hingga tuntas. Sementara bantuan dari pihak eksternal dipandang sebagai bentuk dukungan tambahan yang patut disyukuri.

Dalam perspektif pembangunan daerah, Wali Kota menilai lembaga keagamaan memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan aspek moral, mental, dan spiritual masyarakat.

Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemimpin agama guna menciptakan masyarakat yang berkarakter, toleran, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.

Wattimena juga menyoroti masih adanya stigma yang berkembang di luar daerah yang kerap berhubungan dengan Kota Ambon dengan sejarah konflik masa lalu. Padahal menurutnya, Ambon saat ini terus bertransformasi menjadi kota yang aman, damai, dan terbuka bagi seluruh kalangan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah efektif untuk mengubah persepsi tersebut adalah melalui penguatan kehidupan spiritual masyarakat. Dengan kualitas moral dan spiritual yang baik, masyarakat akan lebih mampu menjaga keharmonisan sosial, menghindari konflik, serta memperkuat budaya toleransi yang telah menjadi identitas Kota Ambon.

“Pemerintah bersama tokoh agama memiliki tanggung jawab yang sama dalam membina umat agar memiliki karakter yang kuat, sikap saling menghormati, dan komitmen menjaga perdamaian,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota memastikan Pemerintah Kota Ambon akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan sesuai kemampuan keuangan daerah. Bentuk dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah yang efektif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan yang selama ini memiliki peran strategis dalam pelatihan sosial dan spiritual.

Lebih lanjut, Wattimena mengingatkan pentingnya menjaga Ambon sebagai kota yang majemuk dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Ia menilai keberagaman merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama agar tetap menjadi kekuatan dalam pembangunan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan serta mencegah munculnya berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.

“Tidak boleh ada ruang bagi konflik maupun tindakan anarkis. Semua pihak harus menjadi penjaga perdamaian agar Ambon semakin maju dan menjadi kota yang nyaman bagi seluruh warganya,” tegasnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan kota sebagai tanggung jawab kolektif. Menurutnya, setiap warga negara memiliki peran sebagai pelaku sejarah yang dapat memberikan kontribusi positif sesuai kapasitas dan profesinya masing-masing.

Ia optimis bahwa dengan kerja sama yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan, Ambon akan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota yang harmonis dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Wattimena menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada keluarga besar GBI Maluku atas dimulainya pembangunan Kantor BPD GBI Maluku. Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, serta nantinya menjadi pusat pelayanan yang memberikan manfaat luas bagi jemaat maupun masyarakat.

“Setelah peletakan batu pertama ini, kita semua menantikan peresmian gedung tersebut. Kiranya Tuhan memberkati seluruh proses pembangunan hingga selesai dan kantor ini dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung pelayanan gereja,” tutupnya. (NM-GM) 

About The Author