
Gapuramanise.com – Setelah mengikuti lokakarya penulisan proposal hibah penelitian, saya berkesempatan mengikuti field trip ke Tidbinbilla Nature Reserve, sebuah cagar alam yang memperkenalkan saya pada satwa liar khas Australia, seperti kanguru dan koala. Momen tersebut menjadi jeda yang menyegarkan di tengah padatnya rangkaian kegiatan, sekaligus pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi saya yang berasal dari kepulauan tropis di wilayah timur Indonesia.
Petualangan hari itu berlanjut pada sore hari dengan kunjungan ke Questacon, Pusat Sains dan Teknologi Nasional Australia. Sore itu dipenuhi pengalaman sains interaktif. Saya menjelajahi berbagai pameran, berdiskusi dengan para ahli, serta menyaksikan secara langsung bagaimana Questacon menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam bidang sains di seluruh Australia.
Pengalaman ini memperkaya perspektif saya tentang bagaimana ilmu pengetahuan dapat dikemas sedemikian rupa agar mudah diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas. Hal tersebut juga relevan dengan upaya edukasi konservasi yang selama ini saya jalani di Maluku.
Malam harinya ditutup dengan Gala Dinner di Parliament House, sebuah pengalaman formal yang mempertemukan saya dengan mentor, sesama peneliti, diplomat, hingga para Fellow Akademi dari berbagai bidang keilmuan. Di meja makan, percakapan-percakapan informal justru membuka peluang terjalinnya koneksi dan jejaring yang mungkin tidak akan pernah terbangun dalam forum formal mana pun.

Pulang dengan Banyak Bekal
Ketika akhirnya kembali ke Ambon, bukan hanya oleh-oleh dan foto yang saya bawa pulang, melainkan juga jejaring, wawasan, dan semangat baru untuk melanjutkan riset. Program ini mengajarkan saya bahwa pengembangan diri seorang akademisi muda tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, tetapi juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman, membangun relasi lintas negara, serta tetap rendah hati untuk terus belajar, bahkan di tengah keterbatasan. Salah satunya adalah keterbatasan bahasa yang sempat saya khawatirkan pada awal perjalanan.
Saya pulang dengan satu keyakinan: perjalanan ke Canberra ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru dalam perjalanan akademik saya sebagai peneliti muda dari kawasan timur Indonesia.
