
Gapuramanise.com, Ambon – Fakultas Hukum Universitas Pattimura (FH Unpatti) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemetaan Top Indonesian Law Schools 2026 yang diselenggarakan Hukumonline, FH Unpatti tercatat berada di peringkat ke-17 kampus hukum terbaik nasional.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika FH Unpatti, sekaligus menegaskan eksistensi perguruan tinggi hukum dari kawasan Indonesia Timur dalam peta pendidikan hukum nasional.
Pemetaan Top Indonesian Law Schools 2026 diselenggarakan Hukumonline pada 13 Agustus 2026 di Jakarta. Pada tahun ini, metode penilaian diperluas dengan menggunakan empat indikator utama, yakni Golden Alumni, akreditasi BAN-PT Program Studi S1 Hukum, SINTA Score, serta reputasi internasional program studi hukum.
Sebanyak 45 kampus hukum masuk dalam pemetaan tersebut. Untuk menghasilkan perbandingan yang lebih proporsional, kampus dikelompokkan berdasarkan status perguruan tinggi dan wilayah geografis.
Posisi FH Unpatti menjadi capaian strategis karena kampus hukum yang berasal dari luar Pulau Jawa masih relatif terbatas dalam pemetaan nasional tersebut. Kehadiran FH Unpatti sekaligus menunjukkan bahwa institusi pendidikan hukum di Indonesia Timur mampu bersaing dalam indikator akademik, riset, reputasi, dan rekam jejak alumni.
DPM FH Unpatti Apresiasi Capaian
Menanggapi capaian tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Joe Aditya Soselisa, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian yang diraih FH Unpatti.
Dalam tanggapan yang disampaikan kepada Media Gapura Manise melalui WhatsApp, Joe menilai capaian tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kualitas dan konsistensi FH Unpatti dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pattimura menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang setinggi-tingginya atas diraihnya nominasi Perguruan Tinggi Negeri Hukum Terbaik Wilayah Timur 2026 dalam ajang Top Indonesian Law Schools 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline,” ujar Joe.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya fakultas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik, reputasi kelembagaan, serta rekam jejak para alumninya.
Dari sisi akademik, kata Joe, FH Unpatti terus berupaya mempertahankan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan hukum nasional sekaligus relevan dengan dinamika persoalan hukum di Indonesia Timur.
Upaya tersebut diperkuat oleh kompetensi tenaga pengajar, produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa, serta berbagai prestasi mahasiswa dalam forum ilmiah, debat, dan kompetisi hukum di tingkat nasional.
“Fakultas Hukum Universitas Pattimura dinilai berhasil mempertahankan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan hukum nasional dan dinamika Indonesia Timur, didukung oleh kompetensi tenaga pengajar, produktivitas riset dosen dan mahasiswa, serta prestasi mahasiswa dalam forum ilmiah, debat, dan kompetisi hukum tingkat nasional,” jelasnya.
Reputasi Institusi dan Peran Alumni
Selain kualitas akademik, DPM FH Unpatti menilai reputasi institusi menjadi salah satu faktor penting yang ikut menopang capaian tersebut.
Joe mengatakan FH Unpatti telah menunjukkan eksistensi dan kredibilitasnya sebagai salah satu pusat kajian hukum di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Hal itu, menurutnya, tercermin melalui tata kelola kelembagaan, jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang hukum, serta keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam berbagai isu hukum dan kebijakan publik di daerah.
“Fakultas Hukum Universitas Pattimura menunjukkan eksistensi dan kredibilitasnya sebagai pusat kajian hukum di wilayah Maluku dan Indonesia Timur melalui tata kelola kelembagaan yang transparan, jejaring kerja sama dengan pemangku kepentingan hukum, serta kontribusi aktif dalam isu-isu hukum dan kebijakan publik di daerah,” katanya.
Tidak kalah penting, lanjut Joe, adalah rekam jejak alumni FH Unpatti yang telah berkiprah di berbagai bidang strategis.
Para alumni FH Unpatti telah berkontribusi di berbagai sektor, antara lain sebagai aparatur penegak hukum, birokrat, akademisi, advokat, maupun pemimpin organisasi kemasyarakatan.
Kiprah tersebut dinilai turut memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan FH Unpatti sekaligus menjadi bagian dari indikator yang mencerminkan reputasi sebuah institusi pendidikan hukum.
Bukan Sekadar Pengakuan, tetapi Amanah
Bagi DPM FH Unpatti, capaian dalam Top Indonesian Law Schools 2026 tidak semata-mata dipandang sebagai penghargaan atau pengakuan, tetapi juga sebagai refleksi atas kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
Joe menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan hukum.
“Bagi Dewan Perwakilan Mahasiswa, penghargaan nominasi ini merupakan refleksi dari kerja kolektif seluruh civitas akademika dan sekaligus menjadi amanah untuk terus mengawal peningkatan mutu pendidikan hukum yang berlandaskan pada nilai ilmu, integritas, dan daya guna,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPM FH Unpatti berkomitmen membangun sinergi bersama pimpinan fakultas untuk mendorong penguatan kapasitas mahasiswa, meningkatkan iklim akademik, serta memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Joe, mahasiswa hukum tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi sarjana yang memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki integritas, kepekaan sosial, serta keberanian untuk memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.
“DPM FH Unpatti berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pimpinan fakultas dalam mendorong penguatan kapasitas mahasiswa, peningkatan iklim akademik, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menatap Tantangan Pendidikan Hukum
Joe berharap capaian tersebut dapat menjadi momentum bagi FH Unpatti untuk semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan hukum unggulan di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, tantangan pendidikan hukum ke depan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan kebijakan nasional, dinamika sosial, serta munculnya berbagai persoalan hukum baru di tengah masyarakat.
Karena itu, capaian Top Indonesian Law Schools 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pengakuan, melainkan menjadi pemantik bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, Fakultas Hukum Universitas Pattimura tidak hanya mampu mempertahankan reputasinya, tetapi juga dapat menjadi institusi hukum yang unggul, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi pembangunan hukum di Indonesia Timur,” tutup Joe.
Capaian peringkat ke-17 bukan garis akhir. Ia adalah penanda bahwa dari timur Indonesia, ilmu hukum terus tumbuh, berlayar, dan mengambil tempat dalam percaturan akademik nasional. (ACT-GM)
