
Gapuramanise.com, Ambon – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku, Faisal S. Hayoto, bersama Sekretaris DPD KNPI Maluku, Almindes F. Hayoto, mendesak Bank Tabungan Negara (BTN) segera memberikan kepastian sekaligus mencairkan dana pensiun bagi para penerima manfaat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Desakan tersebut disampaikan Faisal S. Hayoto dan Almindes F. Hayoto saat dihubungi GapuraManise.com, Sabtu (22/8/2026), menyusul belum adanya kepastian terkait pembayaran dana pensiun yang masih dinantikan para nasabah.
Keduanya menilai keterlambatan pembayaran tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan pensiunan. Sebab, dana pensiun merupakan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
“BTN harus segera memberikan kejelasan terkait pembayaran dana pensiun bagi para penerima manfaat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Jangan sampai para pensiunan terus menunggu tanpa kepastian,” tegas Faisal.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah administratif semata. Para pensiunan memiliki hak atas dana yang menjadi sumber penghidupan mereka, sehingga keterlambatan pembayaran perlu segera diselesaikan.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPD KNPI Maluku, Almindes F. Hayoto. Ia meminta BTN menjelaskan secara terbuka penyebab belum dicairkannya dana pensiun sekaligus memastikan waktu pembayaran kepada para penerima manfaat.
“Para pensiunan tentu membutuhkan kepastian. Mereka memiliki kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Karena itu, kami meminta BTN segera memberikan penjelasan resmi dan memastikan kapan dana tersebut dapat dicairkan,” ujar Almindes.
Persoalan pembayaran dana pensiun ini diketahui bermula setelah kantor BTN di Kabupaten Maluku Tenggara ditutup dan pelayanan perbankan kemudian dipusatkan di Ambon sejak 2023. Dalam proses selanjutnya, pembayaran dana pensiun dititipkan melalui Kantor Pos Maluku Tenggara.
Namun, sejumlah pensiunan yang mendatangi Kantor Pos untuk menanyakan pencairan dana kembali mendapatkan informasi bahwa dana pensiun belum tersedia.
Faisal mengatakan, kondisi tersebut semakin meresahkan karena para penerima pensiun disebut masih menunggu pencairan sejak 1 Agustus 2026.
“Jangan biarkan para pensiunan terus berada dalam ketidakpastian. Ini menyangkut hak mereka dan kebutuhan hidup sehari-hari. Kami meminta BTN segera menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Sementara Almindes menegaskan, DPD KNPI Maluku akan terus memperhatikan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk hak para pensiunan di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
“Kami berharap BTN segera mengambil langkah konkret agar pembayaran dana pensiun dapat dilakukan dan masyarakat, khususnya para pensiunan, tidak lagi berada dalam kondisi menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya. (ACT-GM)
